PAUD Baitul Fiqri Nasional Kadubongkok | Blog PAUD ini menyajikan Tutorial Dapodik PAUD-DIKMAS, Artikel Pendidikan, Pembelajaran, Perangkat Administrasi PAUD, Informasi Tunjangan Sertifikasi, Data PTK, Bisnis Online -->

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Hallo sahabat semuanya kali ini saya akan menginformasikan tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini yang diambil dari berbagai sumber di internet, mudah-mudahan dengan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, kita sebagai pengelola atau tutor ada sedikit gambaran bagaimana cara mengembangkan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini.
Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Gambar Ilustrasi Artikel : Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

1. Bersifat Komperhensif 

Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .

2. Dikembangkan Atas Dasar Perkembangan Secara Bertahap

Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan.

3. Melibatkan Orang Tua 

Keterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan.

4. Melayani Kebutuhan Individu Anak

Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.

5. Merefleksikan Kebutuhan dan Nilai Masyarakat

Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.

6. Mengembangkan Standar Kompetensi Anak

Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.

7. Mewadahi Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.

8. Menjalin Kemitraan dengan Keluarga dan Masyarakat

Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai

9. Memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Anak

Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah

10. Menjabarkan Prosedur Pengelolaan Lembaga

Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas.

11. Manajemen Sumber Daya Manusia

Kurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga

12. Penyediaan Sarana dan Prasarana

Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.

Komponen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

1. Anak Sasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut :
0 – 1 tahun
1 – 2 tahun
2- 3 tahun
3 - 4 tahun
4- 5 tahun
5 - 6 tahun 

2. Pendidik Kompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang - kurangnya telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah
Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak
Usai 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak
Usia 3 - 4 tahun rasio 1 : 8 anak
Usia 4 - 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anak

3. Pembelajaran Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.

Materi Usia Lahir Sampai 3 Tahun Meliputi:

  • Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)
  • Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)
  • Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)
  • Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)
  • Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)
  • Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)

Materi untuk Anak Usia 3 – 6 Tahun Meliputi :

  • Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.
  • Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.
  • Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.
  • Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.
  • Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.
  • Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.
  • Keterampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen, pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi yang mewakili.

Untuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapat melakukan penataan lingkungan main, menyediakan bahan-bahan main yang terpilih, membangun interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatan main untuk anak. 

Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. 

Contoh sentra atau area bermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, Sentra Musik, Sentra Persiapan, Sentra agama, dan Sentra Memasak.

4. Penilaian (Assesmen). Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensi dengan para guru, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, dan unjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentuk portofolio.

5. Pengelolaan Pembelajaran
  • Keterlibatan Anak
  • Layanan program

Lembaga Pendidikan anak usia dini dilaksnanakan sesuai satuan Pendidikan masing-masing. Jumlah hari dan jam layanan :
  • Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3 – 5 hari dengan jam layanan minimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 -160 hari atau 32 – 34 minggu.
  • Kelompok Bermain (KB) setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hari atau 32 - 34 minggu.
  • Satuan PAUD Sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jam layanan minimal 2 jam. Kekurangan jam layanan pada SPS dilengkapi dengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlah layanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun.
  • Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam. Layanan dalam satu tahun 160 hari atau 34 minggu.

Layanan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan anak usia dini mengikuti kalender pendidikan daerah masing-masing.

6. Melibatkan Peranserta masyarakat
Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah, yayasan maupun perorangan.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, semoga bermanfat, dan jangan lupa like dan share kembali artikel ini. Terimakasih

6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli

Saat si Kecil memasuki usia pra sekolah, Mam mungkin mulai berpikir untuk mendaftarkannya ke playgroup atau kelompok bermain. Tetapi, apakah Mam sudah memahami tujuan utama memberikan si Kecil pendidikan anak usia dini?

Sebelumnya, Mam perlu mengetahui bahwa sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD). 
6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli
6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini dan Menurut Para Ahli
PAUD dianggap sebagai tahapan penting bagi perkembangan setiap anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), yang biasa disapa Prof. Reni mengatakan, kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah.

Pendidikan yang diberikan untuk anak usia 3-6 tahun tidak hanya bertujuan mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran ataupun melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Agar lebih jelas, simak berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh si Kecil setelah mendapatkan pendidikan di playgroup atau TK berikut.

1. Memperkenalkan Anak pada Dunia Sekolah

Pengalaman belajar di PAUD akan membantu anak untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal di bangku pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini yang menjadi salah satu alasan UNESCO merekomendasikan setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.

Lingkungan belajar di sekolah tentu berbeda dengan lingkungan di rumah. PAUD dapat menjembatani perbedaan suasana di kedua tempat tersebut. Si Kecil akan belajar berinteraksi dengan anak sebayanya, mengikuti aturan yang ditetapkan di playgroup atau TK, belajar beradaptasi dengan rutinitas, dan sebagainya. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD sering kali memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berkomunikasi saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.

2. Membiasakan Anak Terhadap Kegiatan Terstruktur

Meski bukan lembaga pendidikan formal, namun, kegiatan yang diadakan di playgroup atau TK dirancang khusus agar sesuai dengan fungsi pendidikan anak usia dini. Salah satu tujuannya adalah melatih anak agar terbiasa terhadap rutinitas dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Misalnya, anak akan belajar berolahraga, berbaris, menyusun puzzle, dan sebagainya.

3. Mengajari Anak untuk Disiplin dan Mengikuti Peraturan

Di rumah, si Kecil tentu terbiasa bermain sesuka hati. Ia juga mungkin sudah terbiasa mengikuti “aturan” yang Mam tetapkan, yang biasanya tergolong lentur dibandingkan “aturan” yang terdapat di luar rumah. Nah, usia pra sekolah adalah saat yang tepat baginya untuk belajar mengikuti pola kegiatan maupun aturan lain di luar rumah. 

Mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini akan melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan peraturan baru. Ia juga akan belajar berbagi, mengantre, menunggu, dan memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. Dengan begitu, ia tidak akan kaget atau stres saat masuk SD dan harus belajar dalam situasi yang sangat terstruktur dan menuntut kedisiplinan.

4. Menumbuhkan Imajinasi dan Kreativitas

Anak usia dini belajar dengan cara bermain. Lembaga-lembaga penyedia pendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan si Kecil tersebut. Bila si Kecil  belajar dalam  suasana yang menyenangkan, akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai bimbingan yang diberikan. Selain mempelajari berbagai keterampilan dasar untuk membaca dan menulis, si Kecil juga akan mendapatkan banyak rangsangan yang akan memancing imajinasi dan kreativitasnya.

5. Menanamkan Nilai-Nilai Positif

Program kegiatan yang diadakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, toleransi, berbagi, dan sebagainya. Pada usia pra sekolah, anak belajar dengan cara bermain. 

Maka dari itu, kegiatan yang dilakukan di playgroup dan TK dirancang layaknya permainan, meski sebenarnya menyimpan maksud pembelajaran tertentu. Melalui berbagai permainan tersebut, si Kecil akan belajar tentang sopan santun, menghormati orang lain, berbagi dengan orang lain, pentingnya bersikap jujur, dan lain-lain.

6. Membentuk Dasar Kepribadian Anak

Pada fase golden years, otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat si Kecil di periode ini turut membentuk kepribadiannya dan akan memengaruhi sosoknya hingga kelak ia dewasa. 

Maka dari itu, Prof. Reni mengingatkan, pendidikan karakter memang sebaiknya dimulai sejak dini. Melalui pendidikan anak usia dini, si Kecil akan mendapatkan berbagai contoh dan kegiatan positif yang akan ia ingat dan praktikkan dalam kehidupannya.

Nah, kini Mam paham bahwa mendaftarkan si Kecil ke PAUD memberikan banyak manfaat. Pastikan pembelajaran yang ia dapat di PAUD selaras dengan yang Mam ajarkan di rumah, ya. Sebab, meski pendidikan anak usia dini berpengaruh penting bagi perkembangan si Kecil, namun, peran Mam dan Pap sebagai pendidik utama bagi anak tetap tak dapat tergantikan.


Sumber :

PANDUAN ABSEN ONLINE GURU DAN TENDIK

Hallo sahabat semuanya mudah-mudahan kita dalam lindungan allah swt, pada kesempatan ini kami akan berbai tentang panduan Absen Online Guru dan Tendik, absen online ini sering disebut dengan Data Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan (DHGTK).

Mungkins sobat sudah mengenalnya lebih jauh sebelum artikel ini dibagikan, tetapi tidak ada salahnya kami mengulas kembali tentang Panduan Absen Online yang bisa sobat pelajari di website kami ini.

Pada artikel ini dilengapi dengan Panduan berupa Powerpoint yang bisa sobat langsung download diakhir artikel ini.

Apa yang harus saya lakukan ketika saya akan mengerjakan Absens Online atau (DHGTK) ? Pertanyaan tersebut sering bermunculan disebuah grup-grup operator, baik operator PAUDNI maupun Operator Dapodikdasmen.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan sobat simak langsung Tutorial Panduan Absen Online atau Data Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan (DHGTK) di bawah ini :

1. Pertama silahkan sobat Akses alamat/halaman http://223.27.144.195:2017/index.php kemudian sobat disuru memasukan NPSN Sekolah. UserID dan Password dan Kode Kemanan, lebih jelasnya seperti tampilan di bawah ini :
Gambar : Tampilan DHGTK
2. Jika obat sudah masuk akan menemukan tampilan Data Profil Sekolah, Data Pengguna seperti gambar di bawah ini :
Gambar : Beranda DHGTK
3. Silahkan Pilih Data Sekolah, Kalender sekolah, kemudian akan muncul isi dari kalender sekolah, kemudian silahkan edit, lebih jelanya silahkan lihat gambar di bawah ini :
Gambar : Data Sekolah dan Kalender Sekolah
3. Setelah itu silahkan pilih menu Data Guru dan Tendik (Tenaga Kependidikan), seperti tampilan pada gambar di bawah ini :
Gambar : Data Guru dan Tendik
Itulah gambara tentang Panduan Absen Online, untuk lebih jelanya Panduan Absen Online Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Input Surat Izin/Dinas Luar/Sakit, sobat bisa mendownload panduan Lengkapnya pada Website Download Free di bawah ini :

Download Panduan Absen Online Guru dan Tenaga Pendidikan (DHGTK)


Mungkun cukup sekian dari kami yang bisa kami bagikan, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa membantu sahabat semua, jangan lupa like dan share kembali artikel ini. Terimakasih

Tips Mendukung Kepintaran Si Kecil di Sekolah

Memulai sekolah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi si kecil. Dengan bersekolah, anak belajar untuk menjalani kegiatan belajar-mengajar mengikuti sistem yang ada. Ia harus mengikuti berbagai mata pelajaran yang disediakan, alih-alih melakukan sesuatu yang disenanginya. Hal ini penting untuk mengembangkan dan mensinergikan kepintaran anak .
Gambar Illustrasi Tips Mendukung Kepintaran Si Kecil di Sekolah
Bila selama ini ia menjalani proses belajar di lingkungan paling nyaman, yaitu di rumah bersama Mam, orang terdekatnya, kini ia harus beradaptasi dengan lingkungan, situasi, dan orang-orang baru. Selain itu, bisa jadi selama ini ia sudah memiliki kepintaran tertentu dan lebih senang menekuni kepintaran tersebut.
Si Picture Smart misalnya mungkin lebih senang menggambar ketimbang belajar berhitung. Sementara itu, si Body Smart lebih memilih bermain bola atau berlarian di luar daripada membaca buku. Anak dengan kepintaran intrapersonal (self smart) biasanya memilih untuk bermain sendiri ketimbang bersama teman sebayanya.

Mam dapat menyinergikan kepintaran si kecil dengan cara membantunya mengembangkan kepintaran akal, fisik, dan sosial. Tahukah Mam? Anak yang memiliki gabungan kepintaran akal, fisik, dan sosial dapat meraih  kehidupan yang sukses kelak. Nah, berikut adalah sejumlah tips untuk mendukung kepintaran si kecil di sekolah.

Tanyakan perasaan si kecil tentang sekolahnya 

Setiap hari, tanyakan bagaimana perasaan si kecil terhadap sekolahnya serta kegiatan belajar yang ia lakukan di sekolah. Pancinglah agar ia mau bercerita tentang apa saja yang ia lakukan, hal apa yang paling ia sukai dan yang paling tidak ia sukai di sekolah. Dengan begitu, ia akan merasa Mam tetap memiliki perhatian tinggi terhadap dirinya, meski selama di sekolah tidak didampingi oleh Mam.

Manfaat: mengembangkan kepintaran intrapersonal

Dorong si kecil agar berani berteman

Sebelum hari pertama masuk sekolah, sampaikan kepada si kecil bahwa sekolah adalah tempat menyenangkan. Sampaikan juga bahwa di sekolah ia bisa mempunyai banyak teman baru. Di sana ia akan belajar mengalah, bergantian, dan bekerja sama.

Dorong si kecil agar berani berkenalan dengan teman baru. Katakan juga guru-guru di sekolah adalah orang-orang baik yang akan membantunya menjadi lebih pintar. Katakan bahwa ia harus selalu mendengarkan ucapan gurunya.

Manfaat: mengembangkan kepintaran interpersonal

Menjajal aneka permainan

Di sekolah terdapat bermacam-macam permainan yang fungsinya merangsang seluruh aspek perkembangan anak usia dini , yaitu perkembangan fisik, kognitif, bahasa, dan sosio-emosional. Motivasi si kecil agar ia mau mencoba berbagai permainan yang ada di sekolah ya, Mam. Dengan menguasai permainan baru, kepintarannya pun bertambah. 


Manfaat dan Pentingnya Musik Untuk Anak

Selamat siang para bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), mari kita sebentar menbaca Apa sih Manfaat dan Pentingnya Musik Untuk Anak ? artikel ini kami kutif dari sumber yang terpercaya, dan mudah-mudahan setelah membaca artikel ini kita bisa menerapkan bahwa musik sangat penting untuk diperkenalakan kepada anak.
Gambar Ilustrasi Manfaat dan Pentingnya Musik Untuk Anak
Sejak masih dalam kandungan, saya sering memperdengarkan music ke Abang Zam. Saat usianya masih bayi, dia dengan mudah tertidur kalau ada music yang dia dengar, saya juga sering menyanyikannya sebuah lagu. Walaupun suara saya sumbang, tapi setidaknya berirama dan itu membuat Abang Zam senang dan seketika menjadi tenang. Tanpa kita sadari pun, biasanya memang kalau orangtua hendak menidurkan anaknya, dia pasti menyanyikan sesuatu untuk anaknya. Musik itu bermanfaat loh untuk anak-anak. 
Beranjak di usia 2 tahun ini Abang Zam senang sekali bernyanyi, kalau liat galon, pasti dipukul-pukul sehingga mencipta irama. Saya memang senang memperdengarkan Abang Zam lagu anak-anak di handphone, televisi, ataupun menyanyikannya langsung. Meskipun keluarga saya bukan termasuk keluarga pemusik, saya tetap menyajikan musik untuk anak saya. Karena saya tau manfaat musik itu adalah untuk perkembangan otak anak. 

Para Bunda PAUD kami bagikan tentang Manfaat dan Pentingnya Musik Untuk Anak, selama 2 tahun ini Abang Zam sudah bisa apa saja karena manfaat musik :

1. Daya Ingat

Abang Zam dengan mudah mengingat sesuatu. Karena awalnya belajar menghapal lirik lagu dan gerakan-gerakan tarian pada lagu. Untuk kegiatan sehari-harinya juga, edukasi tumbuh kembangnya saya menggunakan musik dan lagu. musik berfungsi sebagai stimulus pembangkit ingatan ke masa lalu. Tak hanya membangkitkan pengalaman obyektifnya, tapi juga pengalaman subyektifnya (perasaan ketika mengalami hal tersebut). Sedangkan partisipasi anak dalam musik sejak usia dini mampu meningkatkan kemampuan belajar anak dan meningkatkan memori atau daya ingat mereka.

2. Kepercayaan Diri

Ya, Abang Zam percaya diri, tampil di depan sepupunya atau teman-temannya, dia akan terus berbicara, atau menunjukkan sesuatu untuk teman-temannya agar menjadi perhatian. Mendengarkan Abang Zam lagu-lagu anak yang bertema perkenalan dan permainan, akan membuat anak-anak menjadi lebih akrab dengan cepat bersosialisasi satu dengan yang lainnya.

3. Cepat Berbicara Lancar

Waktu Abang Zam masih baru belajar berbicara, saya membantunya dengan memperdengarkan lagu. Dan itu saya jadikan metode pembelajaran untuknya. Karena secara perlahan-lahan Abang Zam akan mencoba mengikuti irama maupun kata dan dengan cepat memang dia berbicara lancar.

4. Mood Yang Baik

Abang Zam kalau sedang rewel atau kalau saya bingung dia maunya apa, saya langsung memutarkan lagu anak berirama ceria, karena lagu dapat mempengaruhi perasaan anak yang tadinya terlihat lesu, malas, dan ngantuk akan menjadi riang gembira. Hati Mam pun senang dong tentunya.

Nah Bun, mari kita dekatkan anak dengan musik. Pada umumnya musik mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak menjadi pintar bersosialisasi. Sehingga para orang tua sebaiknya mulai memperkenalkan musik kepada anak-anaknya sejak kecil bahkan ketika masih dalam kandungan. Selain itu musik juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian pada tumbuh kembang anak


Memperkenalkan Musik pada Anak Usia Dini (PAUD)

Hallo sahabat blog PAUD kali ini akan kami share kembali tentang Memperkenalkan Musik pada Anak Usia Dini (PAUD) yang bisa kita pelajari, kemudian kita terapkan kepada Anak Didik Kita di Satuan Pendidikan.
Musik adalah hal yang kita temui sehari-hari, baik secara sengaja (mendengarkan musik atau bermain musik), ataupun tidak sengaja. Bahkan untuk anak-anak, musik sebenarnya sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Di usia balita, si Kecil biasa suka bersenandung bebas, menggerak-gerakkan kaki ke sana-sini, memukul-mukul alat masak bagaikan drum, memencet tombol-tombol pada alat musik yang mereka temui, dan sebagainya.
Gambar Illustrasi Memperkenalkan Musik pada Anak Usia Dini
Secara sengaja mengenalkan musik ke si Kecil ternyata punya dampak positif untuk si Kecil lho, Mam. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa anak yang dikenalkan musik sejak dini, perkembangan psikologisnya lebih baik. Musik tidak hanya dikenal sebagai sarana hiburan bagi anak-anak, tapi juga sarana belajar.

Mari kita simak beberapa manfaat musik bagi perkembangan dan kepintaran si Kecil atau Anak USia Dini (PAUD) di bawah ini :

1. Musik membuat anak lebih pintar dan mengenal hal-hal baru

Musik berkontribusi dalam membuat anak-anak menjadi lebih mudah menerima informasi baru yang mereka terima dari lingkungannya, terlebih dari orang tuanya. Mereka bisa belajar banyak hal dari musik sambil bernyanyi ataupun hanya dari mendengarkan musik. Mulai dari belajar menyebutkan huruf dan angka, mengenal nama binatang, ataupun bernyanyi tentang kegiatan positif sehari-hari. Jika Mam bisa memperdengarkan lagu-lagu anak yang punya pesan moral yang baik, jangan heran jika si Kecil akan segera mempraktekkannya. Seperti lagu tentang menggosok gigi, lagu tentang berdoa, atau lagu tentang bangun tidur.

2. Musik membantu melatih daya ingat anak

Banyak lagu anak yang punya pesan moral yang baik, ataupun lagu anak yang tujuannya untuk mengenalkan hal-hal baru kepada si Kecil. Tanpa disadari, informasi yang dimasukkan ke dalam lagu akan lebih mudah diingat oleh si Kecil kan, Mam? Misalnya sedang belajar tentang warna, si kecil akan lebih ingat warna pelangi dari lagu Pelangi. Si Kecil juga mudah mengingat huruf dan angka jika kita mengenalkannya lewat lagu. Dan menurut para ahli, hal ini memang terkait dengan sel-sel sensori di otak anak, yang akan lebih mudah terhubung jika dibawa melalui musik.

3. Bermain musik membantu sensorik dan motorik anak

Mengenalkan anak untuk bermain musik sejak dini, juga termasuk dalam melatih perkembangan sensory motorik anak. Mam bisa melatih sensorik dan motorik anak melalui musik misalnya dengan kegiatan: bermain gitar atau piano sambil bernyanyi, atau senam bersama (sambil memutar musik). Anak akan belajar melatih koordinasi sensorik-motoriknya, menyesuaikan nada dan gerakan yang harus dilakukan. Anak dengan perkembangan sensorik-motoriknya bagus, cenderung akan lebih mudah menerima pelajaran baru di kemudian hari, sehinga lebih pintar.

Untuk jenis musiknya, ada beberapa sumber yang menyebutkan sebaiknya dimulai dari musik klasik saat bayi masih dalam kandungan. Padahal sebenarnya, musik apapun yang nyaman dan menyenangkan menurut Mam, bisa diperdengarkan ke si kecil sejak dini. Tapi untuk jenis musik seperti heavy metal, memang tidak disarankan untuk sering diperdengarkan ke si Kecil, karena musik ini cenderung membuat anak menjadi lebih agresif.

Melalui berbagai jenis musik, si Kecil akan belajar hal baru yang bisa menambah wawasannya di kemudian hari. Mari kita mulai sekarang rajin mengenalkan musik sehari-hari kepada Anak PAUD bahkan anak-anak kecil.

Baca Juga : Manfaat dan Pentingnya Musik Untuk Anak

Demikian artikel kali ini yang bisa kami bagikan tentang Memperkenalkan Musik pada Anak Usia Dini, mudah-mudahan bermanfaaat, jangan lupa Like dan Share kembali. Terimakasih

Sumber : Memperkenalkan Musik pada si Kecil

Cara Melihat Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS

Selamat pagi dan Salam Sejahtera, semoga kita dalam lindungan Allah swt. pada kesempatan ini saya akan membagikan Bagaimana Cara Melihat Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS, yang sebelumnya saya memposting Cara Mengatasi Lupa Username dan Password Dapodik PAUD, bahkan lupa Kode Registrasi.

Tetapi dalam Artikel sebelumnya saya memberikan tutorial tersebut ada Persyaratan yang harus sobat penuhi yaitu Aplikasi Dapodik PAUD nya belum di Unistall sehingga bisa dilakukan untuk mencari Kode Registrasi, Username dan Password, Nomor Handphone dan sebagainya.

Baca Juga : Cara Mengatasi Lupa Pasword dan Username/Email Dapodik PAUD-DIKMAS


Tetapi mungkin saja Situs Melihat Kode Registrasi tersebut  sudah di tutup, tetapi sampai detik ini Cara Melihat Kode Registrasi tersebut masih bisa diakses / dilihat oleh tiap lembaga, dengan menggunakan UsserName dan Password yang digunakan adalah Email dan Pssword Dapodik.

Untuk mengakese Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS silahkan sobat sediakan Username dan Password Dapodik, kemudian silahkan KLIK DI SINI ...

Tampilannya akan seperti gambar di bawah ini :
Gambar : Tampilan Melihat Kode Registrasi
Jika sudah seperti tampilan di atas, silahkan sobat Pilih Kode Registrasi PAUD (Jika yang dibutuhkan Kode Registrasi PAUD), atau Kode Registrasi DIKMAS. Kemudian sobat akan di memasukan Username dan Password (Silahkan Gunakan Email Dapodik dan Password Dapodik), tampilannya seperti gambar di bawah ini:
Gambar : Tampilan Login
Apabila sudah masuk silahkan Catat Kode Registrasi sobat dan silahkan simpan baik-baik jangan sampai lupa dan hilang kembali, mumpung sobat dipermudah oleh pusat tanpa harus menghubungi dinas setempat.

Kemungkinan besar hak akses ini akan ditutup ke depannya, tetapi kita berdoa saja semoga Lihat Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS tidak ditutup, sebab hal ini sangat membantu Lembaga yang jauh ke Dinas Pendidikan dan bisa mempercepat pengerjaan Dapodik PAUD-DIKMAS tanpa Ribet dan Praktis.
Gambar : Tampilan Kode Registrasi
Demikian artikel ini yang bisa saya bagikan semoga bermanfaat dan bisa digunakan sebaik mungkin sebelum hak akses kita di hentikan, ayo Melihat Kode Registrasi Dapodik PAUD di Manajemen PAUD DIKMAS masing-masing mumpung lagi diberi kemudahan. Jangan lupa Like dan Share Kembali, "Kenapa Dipersulit Selagi Bisa Dipermudah". Terimakasih

Standar Pelayanan Pemberian NISN

Hallo sahabat semuanya kali ini kami akan share kembali Informasi yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Pemberian Nomor Induk Nasional (NISN) yang sudah dilansir di situs resmi Dapodik PAUD dan DIKMAS Portal Resmi Data Pokok Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Standar Pelayanan Pemberian NISN ini ditunjukan Kepada Bapak Ibu Operator Dapodik PAUD dan Dikmas tingkat Kabupaten/Kota dan Satuan Pendidikan, bahwa prosedur Pemberian Nomor Induk Nasional (NISN) sudah bisa di Download.
Gambar : Standar Pemberian NISN
Berikut Prosedur dalam Pemberian Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang dapat sobat unduh di bawah ini :

Download Prosedur Pemberian Nomor Induk Nasional (NISN)

Demikian Informasi yang bisa kami bagikan kembali tentang Standar Pelayanan Pemberian NISN yang bisa sobat Download pada Link diatas yang sudah kami sediakan. Terimakasih


-->